Cara Menurunkan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil

By | November 22, 2017

Inilah Cara Menurunkan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil

Cara Menurunkan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil – Tekanan darah tinggi bisa menyerang wanita sebelum hamil serta sepanjang masa kehamilan. Ibu hamil yang sudah mempunyai tekanan darah tinggi (hipertensi), sejak ataupun sebelum hamil, memerlukan penanganan khusus dari dokter. Biasanya Ibu dengan hipertensi terjadi dikarenakan riawayat tidak sering memeriksakan diri mulai sejak awal kehamilan, atau gaya hidup waktu hamil yang kurang tepat. Pasti apabila ditemukan isyarat hipertensi, maka Ibu perlu untuk berjuang mengembalikannya untuk kesehatan diri serta janinnya. Pengontrolan sendiri bisa dilaksanakan dengan memperiksakan diri pada dokter serta bidan. Tetapi selain itu, kita juga perlu mengetahui, hal apa saja yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi tersebut.

Cara Menurunkan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil

Jenis Hipertensi Dalam Kehamilan :

  1. Hipertensi gestasional. Terjadi setelah 20 minggu masa kehamilan. Tidak ditemukan adanya kelebihan protein dalam urin atau tanda-tanda kerusakan organ. Beberapa wanita dengan hipertensi gestasional biasanya kemudian mengalami preeklampsia.
  2. Hipertensi kronik. Terjadi sebelum hamil atau sebelum 20 minggu masa kehamilan. Karena tidak memiliki gejala yang spesifik, tekanan darah tinggi ini mungkin akan sulit untuk diketahui awal mulanya.
  3. Hipertensi kronik dengan preeklampsia. Kondisi ini terjadi pada wanita dengan tekanan darah tinggi kronik sebelum kehamilan. Tekanan arah tinggi kemudian memburuk dan ditemukan adanya protein dalam urin maupun komplikasi kesehatan lainnya selama kehamilan.
  4. Preeklampsia. Pada beberapa kasus, hipertensi kronik atau hipertensi gestasional dapat berubah menjadi preeklampsia. Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain, biasanya setelah 20 minggu masa kehamilan. Jika tidak diobati, preeklampsia dapat menyebabkan gangguan serius, bahkan fatal, bagi ibu dan bayi. Dahulu, preeklampsia hanya didiagnosis jika ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi dan terdapat protein dalam urinnya. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa ibu hamil tetap berisiko mengidap preeklampsia walaupun tidak ditemukan protein dalam urinnya.

Bahaya Tekanan Darah Tinggi Selama Kehamilan :

  1. Berkurangnya aliran darah ke plasenta. Jika plasenta tidak mendapatkan asupan darah yang cukup, bayi akan kekurangan oksigen dan nutrisi. Akibatnya, pertumbuhan bayi melambat, berat badan menyusut, atau berisiko lahir prematur. Prematuritas dapat menyebabkan masalah pernapasan bagi bayi.
  2. Solusio plasenta. Preeklampsia meningkatkan risiko solusio plasenta, kondisi terlepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum persalinan. Solusio yang berat dapat menyebabkan perdarahan hebat serta kerusakan plasenta yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi.
  3. Kelahiran prematur. Karena alasan medis, kelahiran prematur perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi yang dapat mengancam nyawa.
  4. Penyakit kardiovaskular. Preeklampsia meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) di masa mendatang. Risiko ini akan lebih besar bagi ibu hamil yang pernah mengalami preeklampsia lebih dari sekali atau pernah menjalani persalinan prematur. Untuk meminimalkan risiko ini, cobalah untuk menjaga berat badan ideal setelah melahirkan, konsumsi buah-buahan dan sayuran, olahraga secara teratur, dan hindari rokok.

5 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Hipertensi dalam kehamilan membuat organ jantung serta ginjal bekerja ekstra, hingga juga menaikkan resiko penyakit jantung, ginjal, serta stroke. Selain itu, komplikasi lain yang bisa terjadi termasuk juga terhambatnya perkembangan janin, kelahiran prematur, terlepasnya plasenta, serta kewajiban untuk dilahirkan dengan caesar.

Cara Menurunkan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil

Saat menderita darah tinggi sepanjang hamil, Anda harus seringkali memonitor tekanan darah dengan berkala. Dengan begitu Anda lebih dapat mengaturnya serta melindungi kesehatan Anda sendiri ataupun sang buah hati. Selain itu, kontrol USG harus juga seringkali dikerjakan untuk memonitor perkembangan bayi dalam rahim.

Untuk membantu Anda, berikut adalah beberapa cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil.

1. Diet pola makan

Penyebab hipertensi umumnya adalah akibat pola diet dalam hal ini pola makan yang tidak baik. Beberapa makanan seperti makanan yang mengandung banyak lemak dan tinggi garam seperti makanan fast food termasuk salah satu faktor menyebabkan mudahnya Ibu hamil mengalami hipertensi. Oleh karenanya, Ibu hamil sebaiknya menghindari dulu mengkonsumsi makanan seperti itu, jika mungkin terasa berat, Ibu hamil boleh mencoba mengurangi porsi atau frekuensi makan makanan tersebut secara perlahan-lahan dulu.

Makanan tinggi lemah memiliki molekul besar dan di dalam darah akan terbawa sesuai dengan aliran darah. Akibatnya kandungan lemak jahat kemudian akan terakumulasi menyebabkan trombosis pada pembuluh darah. Dimana pembuluh darah akan terkumpul plak-plak lemak di sepanjang dindingnya, sehingga dalam waktu panjang akan membuat aliran darah menjadi sempit. Teorinya mirip seperti saluran selang yang memiliki lubang sempit cenderung memiliki arus air yang deras dibanding dengan selang dengan lubang yang besar. Mekanisme tersebut menyebabkan terjadinya hipertensi bahkan bisa menyebabkan stroke.

Pola konsumsi garam atau makanan cepat saji banyak juga menggunakan penyedap rasa tambahan. Akibatnya makanan-makanan tersebut mengandung banyak sekali geram natrium. Sifat garam natrium adalah menarik cairan sehingga menjadi bertumpuk. Akibatnya dalam sistem sirkulasi darah, natrium akan menarik cairan ke dalam sirkulasi darah dan menyebabkan jumlah cairan yang banyak dan terjadi kenaikan tekanan cairan dalam spekulasi terhadap pembuluh darah.

Oleh sebab itu, bagi Ibu hamil sebaiknya mengurangi mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan mengandung garam yang banyak terutama paling sering seperti makananan cepat saji atau fast food. Ibu hamil sebaiknya mulai mengganti cemilan dengan buah-buahan, atau menambahkan buah-buahan dalam menu makanan, sehingga membuat makanan lebih sehat serta memberikan rasa kenyang sebagai pengganti ngemil terutama ngemil makanan atau snack yang mengandung banyak penyedap rasa.

2. Konsumsi Makanan Bersumber Kalium

Dikatakan bahwa naiknya tekanan darah adalah akibat tidak seimbangnya kadar kalium dan natrium. Dimana bila kadar natrium terlampau tinggi, maka dapat menyebabkan terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi. Oleh karenanya, selain dengan mengurangi asupan natrium, cara lainnya adalah dengan mengimbanginya dengan meningkatkan asupan kalium. 

Dikatakan mengkonsumsi makanan bersumber kalium dapat membantu mengontrol tekanan darah tinggi atau hipertensi pada Ibu hamil. Contoh sumber makanan yang mengandung kalium yang banyak misalnya dari buah pisang dan juga kacang-kacangan.

3. Olahraga

Salah satu metode untuk menstabilkan tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah dengan melakukan olahraga. Umumnya orang-orang mengalami hipertensi akibat tubuhnya tidak lagi melakukan aktivitas atau olahraga yang memerlukan aktivitas fisik. Olahraga mampu mengatur tekanan darah tinggi serta melancarkan peredaran darah tubuh. Jika tidak terbiasa berolahraga, maka akan membuat tubuh mudah mengalami lelah saat beraktivitas ringan. Hal ini terjadi dikarenakan faktor meningkatnya denyut jantung akibat tidak terbiasa dengan aktivitas fisik.

Diharapkan dengan berolahraga, maka mampu membuat jantung dan sirkulasi darah terbiasa dalam keadaan beraktivitas. Sehingga denyut jantung dan sistem sirkulasi mampu beradaptasi dan menyesuaikan peredaran darah, sehingga bisa terhindar dari hipertensi. Bagi Ibu hamil, pilihlah aktivitas atau olahraga yang tidak terlalu memberatkan bagi tubuh dan tidak mempengaruhi keadaan janin. Berkonsultasilah dengan dokter atau bidan tentang aktivitas yang cocok sesuai dengan usia kehamilannya. Secara umum, sebenarnya terdapat senam tertentu yang biasa dilakukan oleh Ibu hamil agar tetap bisa berolahraga.

4. Istrahat Yang Cukup

Biasanya hipertensi juga terjadi akibat suatu faktor kelelahan tubuh. Terutama saat masa hamil, maka kemampuan Ibu atau tenaga Ibu lebih terkuras sebab bobot tubuh Ibu hamil semakin meningkat seiring pertumbuhan dan perkembangan janin. Hal ini tentu membutuhkan atau memakan tenaga ekstra bagi Ibu hamil dibanding biasanya. Terlabih lagi asupan nutrisi yang dikonsumsi juga terbagi atas Ibu dan janinnya.

Disela-sela aktivitas, biasanya aktivitas rumah tangga atau pekerjaan, Ibu hamil juga perlu beristrahat yang cukup. Dikatakan bahwa beberapa keadaan hipertensi dapat kembali stabil setelah beristrahat yang cukup. Selain itu, dengan beristrahat juga dapat menjaga daya tahan tubuh terhadap penyakit-penyakit lainnya.

5. Hindari Kafein

Bagi beberapa orang yang sudah terbiasa meminum kafein, mungkin akan sulit untuk mengurangi jumlah asupannya sehari-hari, apalagi untuk berhenti. Namun ternyata dikatakan bahwa kafein sendiri ternyata memiliki efek meningkatkan denyut jantung atau membuat jantung menjadi berdebar-debar. Ternyata hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah atau menyebabkan hipertensi. 

Dengan meningkatnya denyut jantung maka secara otomatis jantung juga memompa dengan cepat, sehingga terjadi peningkatan curah jantung baik secara output dan input dari jantung. Hal tersebut mempercepat sirkulasi serta meningkatkan tekanan sirkulasi darah yang mengalir ke seluruh tubuh. Akibatnya hal tersebut akan menyebabkan terjadinya hipertensi. Oleh karenanya, Ibu hamil yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi kafein sebaiknya mulai mengurangi asupan kafein bahkan dihindari dulu untuk sementara. Kafein sendiri terdapat pada minuman seperti kopi dan teh.

Demikianlah Cara Menurunkan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil Semoga Bermanfaat. 

Baca Juga :

Penyebab dan Gejala Darah Tinggi Di Usia Muda

Ciri-Ciri Darah Tinggi

Obat Darah Tinggi Di Apotik

Biaya Operasi Gendang Telinga Pecah

7 Cara Cacar Air Cepat Kering Tanpa Bekas

9 Cara Mencegah Cacar Air

Posted By : www.suppliergreenworld.com

Cara Menurunkan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil

One thought on “Cara Menurunkan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil

  1. Pingback: Cara Mengatasi Darah Tinggi Pada Lansia | TIPS AMPUH DAN AMAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *